Atas pertimbangan pasar, propaganda, dst. jaringan kuasa dominan memiliki kemungkinan—dan ini telah terbukti pada beberapa periode—untuk memberi pengaturan atas kualitas suatu karya seni. Kita bisa mengenal bahwa fasisme Jerman di bawah komando Adolf Hitler bahkan menekankan seni sebagai suatu representasi dari “kesempurnaan” ras Arya, dan karya-karya yang menampilkan karikatur manusia “buruk rupa” seperti garapan George Grosz tidak lebih daripada aib. Kriteria yang bersifat politis semacam ini tentu tidak serta merta objektif, dalam arti objektivitas ini bukan murni karena hendak menilai karya seni (apalagi kesenian; apalagi keindahan), melainkan sekadar legitimasi atas tingkat kebudayaan dan orientasi dari laku hidup kolektif suatu—yang diklaim sebagai—bangsa.
| Bahasa | Indonesia |
|---|---|
| Format | |
| Halaman | 362 |
| Penerbit | Langgam Pustaka |
| Penulis | Candrika Adhiyasa |
| Tahun Terbit | 2024 |
Copyright © 2025 Buku Pocket. All Rights Reserved.