Entah sore yang mana, sebelum ia kehilangan kelaminnya. Arom tak tahan lagi menahan kencing. Ia berlari ke balik pohon bambu. Anak-anak perempuan menyeringai dan menutup muka melihatnya, lain dengan anak laki-laki yang terbahak menertawakannya. Arom ikut juga tertawa dengan memainkan air kencingnya mancer ke mana-mana.
| Bahasa | Indonesia |
|---|---|
| Format | |
| Halaman | 126 |
| Penerbit | Langgam Pustaka |
| Penulis | Mufidz At-thoriq S. |
| Tahun Terbit | 2017 |
Copyright © 2025 Buku Pocket. All Rights Reserved.